Inti Kurikulum 2013

| July 8, 2014 | 5 Comments
kurikulum 2013

kurikulum 2013

Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan, setiap beberapa tahun pasti terjadi pergantian kurikulum yang itu ditujukan untuk meningkatkan kegiatan belajar mengajar disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan dalam suatu negara. Kurikulum 2013 pengembangannya dilakukan secara 4 tahap;

  1. Tahap Pertama penyusunan kurikulum di lingkungan internal Kemdikbud dengan melibatkan sejumlah pakar dari berbagai disiplin ilmu dan praktisi pendidikan.
  2. Tahap Kedua, pemaparan desain Kurikulum 2013 di depan Wakil Presiden selaku Ketua Komite Pendidikan yang telah dilaksanakan pada 13 November 2012 serta di depan Komisi X DPR RI pada 22 November 2012.
  3. Tahap Ketiga, pelaksanaan uji publik guna mendapatkan tanggapan dari berbagai elemen masyarakat. Salah satu cara yang ditempuh selain melalui saluran daring (on-line) pada laman http://kurikulum2013.kemdikbud.go.id , juga melalui media massa cetak.
  4. Tahap Keempat, dilakukan penyempurnaan untuk selanjutnya ditetapkan menjadi Kurikulum 2013 dan dilaksanakan oleh instansi pendidikan di Indonesia.

Esensi atau Inti Kurikulum 2013 adalah pada upaya penyederhanaan, dan tematik-integratif. Sehingga diharapkan Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan. Dalam Kurikulum 2013 juga ditekankan masalah sikap tingkah laku peserta didik, guru dituntut untuk memasukkan sikap dan perilaku dalam setiap kegiatan pembelajaran untuk mengembangkan tingkah laku menjadi lebih baik. Kurikulum 2013 bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima pelajaran. Adapun obyek yang menjadi pembelajaran dalam penataan dan penyempurnaan kurikulum 2013 menekankan pada fenomena alam, sosial, seni dan budaya.

Bukan hanya sikap yang dikembangkan tetapi skill dan pengetahuan juga ditingkatkan imbas dari penambahan jam tatap muka mengakibatkan jumlah jam bertambah sampai dengan 48 jam per minggu. Ada dibeberapa sekolah yang mengalami kekurangan guru sehingga kuota mengajar belum terpenuhi, sedangkan pemerintah masih belum menyediakan tenaga pengajar yang sesuai dengan kompetensi yang diajarkan. Strategi pengembangan pendidikan dapat dilakukan pada upaya meningkatkan capaian pendidikan melalui pembelajaran siswa aktif berbasis kompetensi; efektivitas pembelajaran melalui kurikulum, dan peningkatan kompetensi dan profesionalitas guru; serta lama tinggal di sekolah dalam arti penambahan jam pelajaran.

strategi capaian pendidikan

strategi capaian pendidikan

 

strategi peningkatan efektifitas pembelajaran

strategi peningkatan efektifitas pembelajaran

Dari skema diatas menyajikan tentang Strategi Peningkatan Efektivitas Pembelajaran. Sedang gambar 1. menggambarkan tentang strategi meningkatkan capaian pendidikan, yang digambarkan melalui sumbu x (efektivitas pembelajaran melalui kurikulum, dan peningkatan kompetensi dan prefesionalitas guru), y (pembelajaran siswa aktif berbasis kompetensi) dan z (lama tinggal di sekolah dalam arti penambahan jam pelajaran).

Rasionalitas penambahan jam pelajaran dapat dijelaskan bahwa perubahan proses pembelajaran (dari siswa diberi tahu menjadi siswa mencari tahu) dan proses penilaian (dari berbasis output menjadi berbasis proses dan output) memerlukan penambahan jam pelajaran. Di banyak negara, seperti AS dan Korea Selatan, akhirakhir ini ada kecenderungan dilakukan menambah jam pelajaran. Diketahui juga bahwa perbandingan dengan negara-negara lain menunjukkan jam pelajaran di Indonesia relatif lebih singkat. Bagaimana dengan pembelajaran di Finlandia yang relatif singkat. Jawabnya, di negara yang tingkat pendidikannya berada di peringkat satu dunia, singkatnya pembelajaran didukung dengan pembelajaran tutorial yang baik.

Penyusunan kurikulum 2013 yang menitikberatkan pada penyederhanaan, tematik-integratif mengacu pada kurikulum 2006 di mana ada beberapa permasalahan di antaranya:

  1. konten kurikulum yang masih terlalu padat, ini ditunjukkan dengan banyaknya mata pelajaran dan banyak materi yang keluasan dan tingkat kesukarannya melampaui tingkat perkembangan usia anak;
  2. belum sepenuhnya berbasis kompetensi sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional;
  3. kompetensi belum menggambarkan secara holistik domain sikap, keterampilan, dan pengetahuan; beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan (misalnya pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft skills dan hard skills, kewirausahaan) belum terakomodasi di dalam kurikulum;
  4. belum peka dan tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, maupun global;
  5. standar proses pembelajaran belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru;
  6. standar penilaian belum mengarahkan pada penilaian berbasis kompetensi (proses dan hasil) dan belum secara tegas menuntut adanya remediasi secara berkala; dan
  7. dengan KTSP memerlukan dokumen kurikulum yang lebih rinci agar tidak menimbulkan multi tafsir.
identifikasi kesenjangan kurikulum

identifikasi kesenjangan kurikulum

Skema diatas menggambarkan tentang kesenjangan kurikulum yang ada pada konsep kurikulum saat ini dengan konsep ideal. Kurikulum 2013 mengarah ke konsep ideal. Sedang skema dibawah ini menjelaskan alasan terhadap pengembangan kurikulum 2013.

alasan pengembagan kurikulum

alasan pengembagan kurikulum

diambil dari http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/uji-publik-kurikulum-2013-1

Artikel Inti Kurikulum 2013

ditulis oleh :

Kata Kunci : , , ,

Kelompok Artikel: Kurikulum 2013

Comments (5)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. retnowati says:

    Kayak Materi Diklat Kemarin.

    • saterlat says:

      Ya betul buk ini juga mengambil dari materi diklat kemarin, lebaran mudik ya buk pantesan sepi pas lewat rumah.

  2. Hesti nelasari says:

    artikelnya bagus pak tentang kurikulum 2013…

  3. ira rizqi sholichah says:

    bagus pak artikelnya bisa menambah pengetahuan kenapa diterapkan kurikulum 2013

  4. Laili fitri indriani says:

    artikelnya bagus pak itu membuat wawasan, kreatif & motivasi siswa lebih luas dan siswa bisa mandiri dalam mengerjakan tugas tanpa penjelasan guru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *